MODUL PRAKTIKUM SMK
MEMBANGUN VIRTUAL SERVER
MENGGUNAKAN ORACLE VIRTUALBOX
DAN DEBIAN GNU/LINUX 13
Panduan disesuaikan dengan VirtualBox New Virtual Machine Wizard.
Unattended Installation tidak dipilih agar Debian dipasang secara manual.
Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan | Kompetensi: TJKT/TKJ/SIJA
PETUNJUK DAN KONFIGURASI PRAKTIK
Modul ini mengikuti tampilan VirtualBox yang digunakan dalam praktik. Pada layar New Virtual Machine, kotak Proceed with Unattended Installation harus dikosongkan. Setelah itu panel Set up unattended guest OS installation menjadi abu-abu. Kondisi tersebut normal dan menandakan instalasi akan dilakukan secara manual.
| Pengaturan | Nilai praktik |
|---|---|
| VM Name | Debian13Server |
| VM Folder | Biarkan default atau pilih folder dengan ruang kosong cukup |
| ISO Image | debian-13.7.0-amd64-netinst.iso (sesuai file praktik) |
| Proceed with Unattended Installation | Tidak dicentang |
| Install Guest Additions | Tidak dicentang |
| RAM | 2048 MB |
| Processor | 2 CPU |
| Virtual hard disk | 25 GB, VDI, dynamically allocated |
| Hostname Debian | debian13-server |
| Username Debian | siswa |
| Network | NAT |
| Port Forwarding | 2222 → 22 (SSH), 8080 → 80 (HTTP) |
Hasil akhir
- Debian 13 berhasil boot dan menampilkan login terminal.
- SSH Server aktif dan dapat diakses dari PowerShell Windows.
- Apache Web Server aktif.
- Website dapat dibuka melalui http://127.0.0.1:8080.
A. PERSIAPAN
1. Periksa komputer
| Komponen | Minimum | Disarankan |
|---|---|---|
| RAM host | 4 GB | 8 GB atau lebih |
| CPU | 64-bit, mendukung virtualisasi | Intel Core i3/Ryzen 3 atau lebih |
| Ruang kosong | 30 GB | 50 GB atau lebih |
| Internet | Aktif | Stabil untuk instalasi netinst |
Alokasi RAM 2048 MB cocok untuk server dasar jika komputer host memiliki RAM yang cukup. Jika RAM host hanya 4 GB, tutup aplikasi lain dan pertimbangkan alokasi 1536 MB.
2. Siapkan ISO
- Unduh VirtualBox dari https://www.oracle.com/virtualization/technologies/vm/downloads/virtualbox-downloads.html.
- Unduh Debian 13 amd64 netinst dari https://www.debian.org/download.
- Simpan ISO pada folder yang mudah ditemukan, misalnya D:\debian-13.7.0-amd64-netinst.iso.
- Pastikan file ISO dapat dipilih dari jendela VirtualBox.
B. MEMBUAT VM DI VIRTUALBOX
1. Membuka wizard
- Buka Oracle VirtualBox Manager.
- Klik New.
- Pada halaman Virtual machine name and operating system, isi kolom berikut.
2. Mengisi nama VM dan ISO
- VM Name: masukkan Debian13Server. Nama ini dipilih karena format tersebut berhasil diterima oleh VirtualBox pada komputer praktik.
- VM Folder: biarkan lokasi default atau pilih folder penyimpanan yang cukup.
- ISO Image: pilih file debian-13.7.0-amd64-netinst.iso.
- Pastikan VirtualBox mendeteksi OS Linux, Distribution Debian, dan Version Debian 13 Trixie (64-bit).
3. Menonaktifkan Unattended Installation
- Hilangkan centang Proceed with Unattended Installation.
- Biarkan panel Set up unattended guest OS installation menjadi abu-abu.
- Jangan mengisi User Name, Kata Sandi, Confirm Password, Host Name, dan Domain Name pada panel tersebut.
- Jangan centang Install Guest Additions. Server ini akan dipasang tanpa desktop environment.
4. Mengatur virtual hardware
- Buka Specify virtual hardware.
- Atur Base Memory menjadi 2048 MB.
- Atur Processors menjadi 2 CPU.
- Biarkan pilihan EFI sesuai pengaturan default untuk praktik ini.
| Kolom | Nilai |
|---|---|
| Base Memory | 2048 MB |
| Processors | 2 |
| EFI | Biarkan default |
5. Mengatur virtual hard disk
- Buka Specify virtual hard disk.
- Pilih Create a Virtual Hard Disk Now.
- Gunakan VDI jika diminta format disk.
- Atur ukuran menjadi 25 GB.
- Pilih Dynamically allocated jika opsi tersebut tersedia.
- Klik Finish/Selesai.
C. MEMERIKSA VM DAN MENGATUR JARINGAN
1. Memeriksa konfigurasi VM
- Pilih Debian13Server di VirtualBox Manager.
- Klik Settings.
- Periksa System untuk memastikan RAM 2048 MB dan CPU 2.
- Periksa Storage dan pastikan ISO Debian terpasang pada optical drive.
2. Mengatur NAT
- Pilih Network > Adapter 1.
- Pastikan Enable Network Adapter dicentang.
- Pada Attached to, pilih NAT.
- Klik OK untuk menyimpan.
NAT memungkinkan Debian mengakses internet melalui koneksi komputer host. Untuk mengakses layanan Debian dari browser Windows, buat aturan Port Forwarding.
3. Membuat Port Forwarding
- Buka Settings > Network > Adapter 1 > Advanced > Port Forwarding.
- Tambahkan aturan SSH dan HTTP sesuai tabel.
| Name | Protocol | Host IP | Host Port | Guest IP | Guest Port |
|---|---|---|---|---|---|
| SSH | TCP | 127.0.0.1 | 2222 | Kosong | 22 |
| HTTP | TCP | 127.0.0.1 | 8080 | Kosong | 80 |
- Klik OK pada jendela aturan, lalu OK untuk menyimpan pengaturan VM.
D. INSTALASI DEBIAN 13 MANUAL
1. Boot installer
- Pilih Debian13Server dan klik Start.
- Tunggu menu boot Debian.
- Pilih Graphical install lalu tekan Enter.
2. Bahasa, lokasi, keyboard
| Layar installer | Pilihan |
|---|---|
| Select a language | English atau Indonesian |
| Select your location | Indonesia |
| Configure the keyboard | American English untuk keyboard standar |
3. Jaringan dan hostname
- Pada Configure the network, pilih konfigurasi otomatis DHCP jika tersedia.
- Pada Hostname, masukkan debian13-server.
- Pada Domain name, kosongkan jika tidak memiliki domain khusus.
4. Akun dan password
- Masukkan password root yang kuat dan catat secara aman.
- Masukkan nama lengkap, misalnya Siswa Praktikum.
- Masukkan username: siswa.
- Masukkan password pengguna dan konfirmasikan.
- Gunakan password berbeda untuk root dan pengguna siswa.
5. Zona waktu
Pilih zona waktu sesuai lokasi. Pilih Jakarta untuk WIB, Makassar untuk WITA, atau Jayapura untuk WIT jika tersedia.
E. PARTISI DAN PEMILIHAN SOFTWARE
1. Partisi disk
- Pilih Guided - use entire disk.
- Pilih disk virtual berukuran sekitar 25 GB.
- Pilih All files in one partition (recommended for new users).
- Pilih Finish partitioning and write changes to disk.
- Periksa ringkasan partisi, lalu pilih Yes untuk menulis perubahan.
2. Mirror repositori
- Pilih No > Continou
- Pilih Indonesia sebagai negara mirror jika tersedia.
- Pilih deb.debian.org atau mirror Debian yang direkomendasikan.
- Kosongkan HTTP proxy kecuali jaringan sekolah mengharuskannya.
- Pilih No > Continou
Karena ISO netinst berukuran lebih kecil, installer memerlukan koneksi internet untuk mengambil sebagian paket.
3. Software selection
Pada bagian Software selection, konfigurasi yang disarankan untuk server terminal adalah:
| Pilihan | Tindakan |
|---|---|
| Debian desktop environment | Jangan dicentang |
| Desktop GNOME/KDE/Xfce | Jangan dipilih |
| SSH server | Centang |
| Standard system utilities | Centang |
- Gunakan tombol panah untuk berpindah dan spasi untuk mengubah centang.
- Pastikan SSH server dan standard system utilities dipilih.
- Lanjutkan instalasi dan tunggu hingga selesai.
4. GRUB dan reboot
- Pilih Yes ketika installer bertanya memasang GRUB boot loader.
- Pilih perangkat /dev/sda.
- Setelah instalasi selesai, pilih Continue untuk reboot.
- Jika installer muncul lagi, matikan VM, buka Settings > Storage, lalu lepaskan ISO dari optical drive.
- Jalankan VM kembali. Debian seharusnya menampilkan prompt login teks.
F. KONFIGURASI AWAL DEBIAN
1. Login
- Saat muncul debian13-server login:, masukkan siswa.
- Masukkan password pengguna. Karakter password tidak terlihat saat diketik.
hostnamectl
cat /etc/debian_version
ip -br address2. Masuk sebagai root
su -Masukkan password root. Setelah berhasil, prompt biasanya berakhir dengan tanda #.
3. Memperbarui paket
apt update
apt full-upgrade -y
apt update memperbarui daftar paket. apt full-upgrade memasang pembaruan sistem yang tersedia.4. Memasang paket server
apt install openssh-server apache2 curl nano -y| Paket | Fungsi |
|---|---|
| openssh-server | Layanan akses jarak jauh SSH |
| apache2 | Web server HTTP |
| curl | Pengujian HTTP melalui terminal |
| nano | Editor teks terminal |
G. MENGAKTIFKAN SSH
1. Mengaktifkan layanan
systemctl enable --now ssh2. Memeriksa status
systemctl status ssh --no-pagerPastikan status menunjukkan Active: active (running).
3. Memeriksa port
ss -lntp | grep ':22'SSH secara default menggunakan TCP port 22 di Debian.
4. Uji SSH dari Windows
- Pastikan VM berjalan.
- Buka PowerShell pada Windows.
- Jalankan perintah berikut.
ssh -p 2222 siswa@127.0.0.1- Jika diminta konfirmasi fingerprint pada koneksi pertama, ketik yes apabila server yang dituju adalah VM praktik.
- Masukkan password akun siswa. Jika prompt Debian tampil, SSH berhasil.
H. MENGAKTIFKAN APACHE WEB SERVER
1. Menjalankan Apache
systemctl enable --now apache22. Memeriksa status Apache
systemctl status apache2 --no-pagerPastikan status active (running). Apache menggunakan port 80 di Debian.
3. Uji dari Debian
curl -I http://127.0.0.1Respons HTTP 200 OK menunjukkan Apache merespons permintaan lokal.
4. Membuat halaman web siswa
cat > /var/www/html/index.html <<'EOF'
<!doctype html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="utf-8">
<title>Server Praktikum Debian 13</title>
</head>
<body>
<h1>SERVER DEBIAN 13 BERHASIL</h1>
<p>Hostname: debian13-server</p>
<p>Layanan: Apache Web Server</p>
<p>Nama siswa: Ganti dengan nama Anda</p>
<p>Kelas: Ganti dengan kelas Anda</p>
</body>
</html>
EOF- Ganti nama siswa dan kelas sesuai identitas masing-masing.
- Muat ulang Apache.
systemctl reload apache2I. PENGUJIAN DARI WINDOWS
1. Uji website melalui browser
- Pastikan VM dan Apache berjalan.
- Buka browser Windows.
- Ketik http://127.0.0.1:8080.
- Tekan Enter. Halaman web buatan siswa seharusnya tampil.
2. Uji port HTTP dari PowerShell
Test-NetConnection 127.0.0.1 -Port 8080TcpTestSucceeded : True menunjukkan koneksi ke port host 8080 berhasil.
3. Uji SSH dari PowerShell
ssh -p 2222 siswa@127.0.0.1| Akses Windows | Host Port | Guest Port | Layanan |
|---|---|---|---|
| Browser http://127.0.0.1:8080 | 8080 | 80 | Apache HTTP |
| ssh -p 2222 siswa@127.0.0.1 | 2222 | 22 | OpenSSH |
J. SNAPSHOT DAN TROUBLESHOOTING
1. Membuat snapshot
- Pastikan Debian berjalan normal.
- Pilih VM pada VirtualBox Manager.
- Buka Snapshots dan pilih Take Snapshot.
- Beri nama Debian13Server-Apache-SSH-Berhasil.
2. Mematikan Debian
shutdown -h nowTunggu sampai VM berstatus Powered Off. Hindari menutup VM secara paksa.
3. Masalah umum
| Masalah | Penyebab / solusi |
|---|---|
| VM Name ditolak | Gunakan nama unik seperti Debian13Server01; periksa nama atau folder yang sudah ada. |
| Panel Unattended abu-abu | Normal karena Proceed with Unattended Installation tidak dicentang. |
| Debian tidak mendapat internet | Periksa Adapter 1 = NAT, lalu cek ip route. |
| apt update gagal | Periksa koneksi host, NAT, dan DNS. |
| Website tidak terbuka | Periksa status Apache dan aturan host 8080 ke guest 80. |
| SSH connection refused | Periksa status SSH dan aturan host 2222 ke guest 22. |
| Port 8080 dipakai aplikasi lain | Ganti Host Port menjadi 8081 dan akses localhost:8081. |
| Installer muncul lagi | Lepaskan ISO dari Settings > Storage. |
4. Perintah diagnosis
ip -br address
ip route
systemctl status ssh --no-pager
systemctl status apache2 --no-pager
ss -lntp
journalctl -u apache2 -n 30 --no-pagerK. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
| Identitas | Isian |
|---|---|
| Nama | ........................................................ |
| Kelas | ........................................................ |
| Tanggal praktik | ........................................................ |
| VM Name | Debian13Server |
| Hostname | debian13-server |
| Username | siswa |
Checklist praktik
Tabel hasil pengujian
| Pengujian | Hasil yang diharapkan | Hasil aktual |
|---|---|---|
| Boot Debian | Prompt login tampil | .................... |
| apt update | Repositori dapat diakses | .................... |
| Status SSH | active (running) | .................... |
| Status Apache | active (running) | .................... |
| Browser localhost:8080 | Halaman web tampil | .................... |
| SSH localhost:2222 | Login berhasil | .................... |
Pertanyaan analisis
- Apa perbedaan VM Name dengan hostname Debian?
- Mengapa panel Unattended menjadi abu-abu saat tidak dicentang?
- Apa fungsi NAT?
- Mengapa Port Forwarding diperlukan?
- Apa perbedaan port host 8080 dan port Debian 80?
- Apa fungsi SSH Server?
- Mengapa server tidak perlu desktop environment?
- Apa manfaat snapshot?
Rubrik penilaian
| Aspek | Bobot |
|---|---|
| Pembuatan VM dan alokasi sumber daya | 15 |
| Instalasi Debian manual | 20 |
| Konfigurasi jaringan | 15 |
| SSH Server | 15 |
| Apache dan halaman web | 20 |
| Pengujian dan dokumentasi | 15 |
| TOTAL | 100 |
L. REFERENSI RESMI
- Oracle VirtualBox 7.2: Creating a New Virtual Machine: https://docs.oracle.com/en/virtualization/virtualbox/7.2/user/create-vm.html
- Oracle VirtualBox 7.2 User Guide: https://docs.oracle.com/en/virtualization/virtualbox/7.2/user/
- Debian 13 Trixie Installation Guide: https://www.debian.org/releases/trixie/amd64/
- Debian Downloads: https://www.debian.org/download
- Debian Apache2 package: https://packages.debian.org/trixie/apache2
- Debian OpenSSH Server package: https://packages.debian.org/trixie/openssh-server
Modul ini mengikuti tampilan New Virtual Machine Wizard yang digunakan dalam praktik. Nama menu dapat sedikit berbeda bergantung pada versi VirtualBox dan bahasa antarmuka.