Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

Materi teori Bab 2 · Halaman 125–146 · Modul praktik Debian 13

Halaman 125 1 dari 22 halaman
Halaman 125 materi Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
Halaman buku 125

MODUL PRAKTIKUM SMK

MEMBANGUN VIRTUAL SERVER

MENGGUNAKAN ORACLE VIRTUALBOX
DAN DEBIAN GNU/LINUX 13

Diagram arsitektur virtual server dengan Windows host, VirtualBox, dan Debian 13
Gambar 1. Arsitektur praktik.

Panduan disesuaikan dengan VirtualBox New Virtual Machine Wizard.
Unattended Installation tidak dipilih agar Debian dipasang secara manual.

Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan | Kompetensi: TJKT/TKJ/SIJA

PETUNJUK DAN KONFIGURASI PRAKTIK

Modul ini mengikuti tampilan VirtualBox yang digunakan dalam praktik. Pada layar New Virtual Machine, kotak Proceed with Unattended Installation harus dikosongkan. Setelah itu panel Set up unattended guest OS installation menjadi abu-abu. Kondisi tersebut normal dan menandakan instalasi akan dilakukan secara manual.

PengaturanNilai praktik
VM NameDebian13Server
VM FolderBiarkan default atau pilih folder dengan ruang kosong cukup
ISO Imagedebian-13.7.0-amd64-netinst.iso (sesuai file praktik)
Proceed with Unattended InstallationTidak dicentang
Install Guest AdditionsTidak dicentang
RAM2048 MB
Processor2 CPU
Virtual hard disk25 GB, VDI, dynamically allocated
Hostname Debiandebian13-server
Username Debiansiswa
NetworkNAT
Port Forwarding2222 → 22 (SSH), 8080 → 80 (HTTP)

Hasil akhir

A. PERSIAPAN

1. Periksa komputer

KomponenMinimumDisarankan
RAM host4 GB8 GB atau lebih
CPU64-bit, mendukung virtualisasiIntel Core i3/Ryzen 3 atau lebih
Ruang kosong30 GB50 GB atau lebih
InternetAktifStabil untuk instalasi netinst

Alokasi RAM 2048 MB cocok untuk server dasar jika komputer host memiliki RAM yang cukup. Jika RAM host hanya 4 GB, tutup aplikasi lain dan pertimbangkan alokasi 1536 MB.

2. Siapkan ISO

  1. Unduh VirtualBox dari https://www.oracle.com/virtualization/technologies/vm/downloads/virtualbox-downloads.html.
  2. Unduh Debian 13 amd64 netinst dari https://www.debian.org/download.
  3. Simpan ISO pada folder yang mudah ditemukan, misalnya D:\debian-13.7.0-amd64-netinst.iso.
  4. Pastikan file ISO dapat dipilih dari jendela VirtualBox.

B. MEMBUAT VM DI VIRTUALBOX

1. Membuka wizard

  1. Buka Oracle VirtualBox Manager.
  2. Klik New.
  3. Pada halaman Virtual machine name and operating system, isi kolom berikut.

2. Mengisi nama VM dan ISO

  1. VM Name: masukkan Debian13Server. Nama ini dipilih karena format tersebut berhasil diterima oleh VirtualBox pada komputer praktik.
  2. VM Folder: biarkan lokasi default atau pilih folder penyimpanan yang cukup.
  3. ISO Image: pilih file debian-13.7.0-amd64-netinst.iso.
  4. Pastikan VirtualBox mendeteksi OS Linux, Distribution Debian, dan Version Debian 13 Trixie (64-bit).
Contoh tampilan wizard pembuatan virtual machine di VirtualBox
Gambar 2. Contoh pilihan instalasi manual pada wizard.

3. Menonaktifkan Unattended Installation

  1. Hilangkan centang Proceed with Unattended Installation.
  2. Biarkan panel Set up unattended guest OS installation menjadi abu-abu.
  3. Jangan mengisi User Name, Kata Sandi, Confirm Password, Host Name, dan Domain Name pada panel tersebut.
  4. Jangan centang Install Guest Additions. Server ini akan dipasang tanpa desktop environment.

4. Mengatur virtual hardware

  1. Buka Specify virtual hardware.
  2. Atur Base Memory menjadi 2048 MB.
  3. Atur Processors menjadi 2 CPU.
  4. Biarkan pilihan EFI sesuai pengaturan default untuk praktik ini.
KolomNilai
Base Memory2048 MB
Processors2
EFIBiarkan default

5. Mengatur virtual hard disk

  1. Buka Specify virtual hard disk.
  2. Pilih Create a Virtual Hard Disk Now.
  3. Gunakan VDI jika diminta format disk.
  4. Atur ukuran menjadi 25 GB.
  5. Pilih Dynamically allocated jika opsi tersebut tersedia.
  6. Klik Finish/Selesai.

C. MEMERIKSA VM DAN MENGATUR JARINGAN

1. Memeriksa konfigurasi VM

  1. Pilih Debian13Server di VirtualBox Manager.
  2. Klik Settings.
  3. Periksa System untuk memastikan RAM 2048 MB dan CPU 2.
  4. Periksa Storage dan pastikan ISO Debian terpasang pada optical drive.

2. Mengatur NAT

  1. Pilih Network > Adapter 1.
  2. Pastikan Enable Network Adapter dicentang.
  3. Pada Attached to, pilih NAT.
  4. Klik OK untuk menyimpan.

NAT memungkinkan Debian mengakses internet melalui koneksi komputer host. Untuk mengakses layanan Debian dari browser Windows, buat aturan Port Forwarding.

3. Membuat Port Forwarding

  1. Buka Settings > Network > Adapter 1 > Advanced > Port Forwarding.
  2. Tambahkan aturan SSH dan HTTP sesuai tabel.
NameProtocolHost IPHost PortGuest IPGuest Port
SSHTCP127.0.0.12222Kosong22
HTTPTCP127.0.0.18080Kosong80
  1. Klik OK pada jendela aturan, lalu OK untuk menyimpan pengaturan VM.

D. INSTALASI DEBIAN 13 MANUAL

1. Boot installer

  1. Pilih Debian13Server dan klik Start.
  2. Tunggu menu boot Debian.
  3. Pilih Graphical install lalu tekan Enter.

2. Bahasa, lokasi, keyboard

Layar installerPilihan
Select a languageEnglish atau Indonesian
Select your locationIndonesia
Configure the keyboardAmerican English untuk keyboard standar

3. Jaringan dan hostname

  1. Pada Configure the network, pilih konfigurasi otomatis DHCP jika tersedia.
  2. Pada Hostname, masukkan debian13-server.
  3. Pada Domain name, kosongkan jika tidak memiliki domain khusus.

4. Akun dan password

  1. Masukkan password root yang kuat dan catat secara aman.
  2. Masukkan nama lengkap, misalnya Siswa Praktikum.
  3. Masukkan username: siswa.
  4. Masukkan password pengguna dan konfirmasikan.
  5. Gunakan password berbeda untuk root dan pengguna siswa.

5. Zona waktu

Pilih zona waktu sesuai lokasi. Pilih Jakarta untuk WIB, Makassar untuk WITA, atau Jayapura untuk WIT jika tersedia.

E. PARTISI DAN PEMILIHAN SOFTWARE

1. Partisi disk

  1. Pilih Guided - use entire disk.
  2. Pilih disk virtual berukuran sekitar 25 GB.
  3. Pilih All files in one partition (recommended for new users).
  4. Pilih Finish partitioning and write changes to disk.
  5. Periksa ringkasan partisi, lalu pilih Yes untuk menulis perubahan.

2. Mirror repositori

  1. Pilih No > Continou
  2. Pilih Indonesia sebagai negara mirror jika tersedia.
  3. Pilih deb.debian.org atau mirror Debian yang direkomendasikan.
  4. Kosongkan HTTP proxy kecuali jaringan sekolah mengharuskannya.
  5. Pilih No > Continou

Karena ISO netinst berukuran lebih kecil, installer memerlukan koneksi internet untuk mengambil sebagian paket.

3. Software selection

Pada bagian Software selection, konfigurasi yang disarankan untuk server terminal adalah:

PilihanTindakan
Debian desktop environmentJangan dicentang
Desktop GNOME/KDE/XfceJangan dipilih
SSH serverCentang
Standard system utilitiesCentang
  1. Gunakan tombol panah untuk berpindah dan spasi untuk mengubah centang.
  2. Pastikan SSH server dan standard system utilities dipilih.
  3. Lanjutkan instalasi dan tunggu hingga selesai.

4. GRUB dan reboot

  1. Pilih Yes ketika installer bertanya memasang GRUB boot loader.
  2. Pilih perangkat /dev/sda.
  3. Setelah instalasi selesai, pilih Continue untuk reboot.
  4. Jika installer muncul lagi, matikan VM, buka Settings > Storage, lalu lepaskan ISO dari optical drive.
  5. Jalankan VM kembali. Debian seharusnya menampilkan prompt login teks.

F. KONFIGURASI AWAL DEBIAN

1. Login

  1. Saat muncul debian13-server login:, masukkan siswa.
  2. Masukkan password pengguna. Karakter password tidak terlihat saat diketik.
hostnamectl
cat /etc/debian_version
ip -br address

2. Masuk sebagai root

su -

Masukkan password root. Setelah berhasil, prompt biasanya berakhir dengan tanda #.

3. Memperbarui paket

apt update
apt full-upgrade -y
apt update memperbarui daftar paket. apt full-upgrade memasang pembaruan sistem yang tersedia.

4. Memasang paket server

apt install openssh-server apache2 curl nano -y
PaketFungsi
openssh-serverLayanan akses jarak jauh SSH
apache2Web server HTTP
curlPengujian HTTP melalui terminal
nanoEditor teks terminal

G. MENGAKTIFKAN SSH

1. Mengaktifkan layanan

systemctl enable --now ssh

2. Memeriksa status

systemctl status ssh --no-pager

Pastikan status menunjukkan Active: active (running).

3. Memeriksa port

ss -lntp | grep ':22'

SSH secara default menggunakan TCP port 22 di Debian.

4. Uji SSH dari Windows

  1. Pastikan VM berjalan.
  2. Buka PowerShell pada Windows.
  3. Jalankan perintah berikut.
ssh -p 2222 siswa@127.0.0.1
  1. Jika diminta konfirmasi fingerprint pada koneksi pertama, ketik yes apabila server yang dituju adalah VM praktik.
  2. Masukkan password akun siswa. Jika prompt Debian tampil, SSH berhasil.

H. MENGAKTIFKAN APACHE WEB SERVER

1. Menjalankan Apache

systemctl enable --now apache2

2. Memeriksa status Apache

systemctl status apache2 --no-pager

Pastikan status active (running). Apache menggunakan port 80 di Debian.

3. Uji dari Debian

curl -I http://127.0.0.1

Respons HTTP 200 OK menunjukkan Apache merespons permintaan lokal.

4. Membuat halaman web siswa

cat > /var/www/html/index.html <<'EOF'
<!doctype html>
<html lang="id">
<head>
  <meta charset="utf-8">
  <title>Server Praktikum Debian 13</title>
</head>
<body>
  <h1>SERVER DEBIAN 13 BERHASIL</h1>
  <p>Hostname: debian13-server</p>
  <p>Layanan: Apache Web Server</p>
  <p>Nama siswa: Ganti dengan nama Anda</p>
  <p>Kelas: Ganti dengan kelas Anda</p>
</body>
</html>
EOF
  1. Ganti nama siswa dan kelas sesuai identitas masing-masing.
  2. Muat ulang Apache.
systemctl reload apache2

I. PENGUJIAN DARI WINDOWS

1. Uji website melalui browser

  1. Pastikan VM dan Apache berjalan.
  2. Buka browser Windows.
  3. Ketik http://127.0.0.1:8080.
  4. Tekan Enter. Halaman web buatan siswa seharusnya tampil.

2. Uji port HTTP dari PowerShell

Test-NetConnection 127.0.0.1 -Port 8080

TcpTestSucceeded : True menunjukkan koneksi ke port host 8080 berhasil.

3. Uji SSH dari PowerShell

ssh -p 2222 siswa@127.0.0.1
Akses WindowsHost PortGuest PortLayanan
Browser http://127.0.0.1:8080808080Apache HTTP
ssh -p 2222 siswa@127.0.0.1222222OpenSSH
Diagram arsitektur virtual server dengan Windows host, VirtualBox, dan Debian 13
Gambar 3. Jalur komunikasi host ke layanan Debian.

J. SNAPSHOT DAN TROUBLESHOOTING

1. Membuat snapshot

  1. Pastikan Debian berjalan normal.
  2. Pilih VM pada VirtualBox Manager.
  3. Buka Snapshots dan pilih Take Snapshot.
  4. Beri nama Debian13Server-Apache-SSH-Berhasil.

2. Mematikan Debian

shutdown -h now

Tunggu sampai VM berstatus Powered Off. Hindari menutup VM secara paksa.

3. Masalah umum

MasalahPenyebab / solusi
VM Name ditolakGunakan nama unik seperti Debian13Server01; periksa nama atau folder yang sudah ada.
Panel Unattended abu-abuNormal karena Proceed with Unattended Installation tidak dicentang.
Debian tidak mendapat internetPeriksa Adapter 1 = NAT, lalu cek ip route.
apt update gagalPeriksa koneksi host, NAT, dan DNS.
Website tidak terbukaPeriksa status Apache dan aturan host 8080 ke guest 80.
SSH connection refusedPeriksa status SSH dan aturan host 2222 ke guest 22.
Port 8080 dipakai aplikasi lainGanti Host Port menjadi 8081 dan akses localhost:8081.
Installer muncul lagiLepaskan ISO dari Settings > Storage.

4. Perintah diagnosis

ip -br address
ip route
systemctl status ssh --no-pager
systemctl status apache2 --no-pager
ss -lntp
journalctl -u apache2 -n 30 --no-pager

K. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

IdentitasIsian
Nama........................................................
Kelas........................................................
Tanggal praktik........................................................
VM NameDebian13Server
Hostnamedebian13-server
Usernamesiswa

Checklist praktik

Tabel hasil pengujian

PengujianHasil yang diharapkanHasil aktual
Boot DebianPrompt login tampil....................
apt updateRepositori dapat diakses....................
Status SSHactive (running)....................
Status Apacheactive (running)....................
Browser localhost:8080Halaman web tampil....................
SSH localhost:2222Login berhasil....................

Pertanyaan analisis

  1. Apa perbedaan VM Name dengan hostname Debian?
  2. Mengapa panel Unattended menjadi abu-abu saat tidak dicentang?
  3. Apa fungsi NAT?
  4. Mengapa Port Forwarding diperlukan?
  5. Apa perbedaan port host 8080 dan port Debian 80?
  6. Apa fungsi SSH Server?
  7. Mengapa server tidak perlu desktop environment?
  8. Apa manfaat snapshot?

Rubrik penilaian

AspekBobot
Pembuatan VM dan alokasi sumber daya15
Instalasi Debian manual20
Konfigurasi jaringan15
SSH Server15
Apache dan halaman web20
Pengujian dan dokumentasi15
TOTAL100

L. REFERENSI RESMI

Modul ini mengikuti tampilan New Virtual Machine Wizard yang digunakan dalam praktik. Nama menu dapat sedikit berbeda bergantung pada versi VirtualBox dan bahasa antarmuka.

Kembali ke bagian atas ↑